Jika Boku no Hero Academia adalah representasi idealis tentang bagaimana kekuatan super digunakan untuk menolong orang, maka Munou na Nana adalah antitesis gelapnya. Anime ini dengan berani mendekonstruksi trope superhero di lingkungan sekolah dan mengubahnya menjadi arena survival thriller yang kejam. Singkatnya, ini adalah "Among Us: The Anime".
Keunggulan utama Munou na Nana terletak pada eksekusi plotnya. Plot twist di episode pertama dieksekusi dengan sangat brilian, mematahkan ekspektasi penonton yang mengira ini hanyalah anime sekolah biasa dengan tokoh utama underdog naif. Dinamika cat-and-mouse dalam anime ini sangat kuat, terutama saat Nana harus memutar otak menutupi jejak pembunuhannya sambil melawan Kyouya Onodera, murid misterius yang tak bisa mati dan sangat analitis. Sensasi saling tuduh dan menyembunyikan identitas pembunuh ini dijamin bakal bikin kalian nostalgia dengan tensi paranoid yang ada di Rokka no Yuusha.
Dari segi presentasi, Studio Bridge dengan cerdas menggunakan palet warna yang cerah dan desain karakter moe. Pendekatan visual yang menipu ini sangat kontras dengan pembunuhan brutal yang terjadi di dalamnya, sebuah teknik yang sering kali kita temukan di mahakarya gelap seperti Made in Abyss.
Meski begitu, anime ini bukannya tanpa cacat. Untuk membuat rencana Nana yang sebenarnya berisiko tinggi berjalan lancar, penulis naskah sering kali memberikan nerf pada kecerdasan karakter pendamping. Banyak korban Nana yang terasa terlalu naif atau "dibodohkan" secara sengaja demi kelancaran plot (plot convenience). Tapi, terlepas dari beberapa logika yang bolong, Munou na Nana tetap memberikan tontonan yang worth it berkat cliffhanger yang selalu sukses bikin penasaran di setiap akhir episodenya.