Di setiap musim pasti selalu aja ada anime dengan tema isekai yang muncul, Mizu Zokusei no Mahoutsukai mungkin terdengar seperti satu lagi cerita “reinkarnasi biasa”. Namun, di balik premis yang familiar tersebut, anime ini berhasil menghadirkan sesuatu yang cukup menarik untuk diikuti—setidaknya di awal.
Anime ini mengikuti kisah Ryo Mihara, seorang anak laki-laki yang tewas dalam kecelakaan dan bereinkarnasi ke dunia pedang dan sihir bernama Phi. Seperti kebanyakan isekai pada umumnya, konsep ini memang bukan hal baru. Namun, justru karena familiaritas inilah anime dengan konsep seperti ini terasa mudah untuk dinikmati. Ia tidak mencoba menjadi terlalu kompleks, melainkan menawarkan pengalaman yang ringan namun tetap engaging.
Ada beberapa hal yang membuat anime ini cukup menarik diantaranya adalah pendekatannya terhadap perkembangan karakter utama. Ryo tidak langsung menjadi sosok overpower sejak awal. Meskipun berencana untuk hidup dengan santai di kehidupan barunya ini ia justru ditempatkan di lingkungan berbahaya, jauh dari pemukiman manusia, dan dipaksa untuk bertahan hidup. Dari sinilah proses latihannya dimulai—belajar menggunakan sihir air, berburu monster, hingga perlahan membangun kekuatannya sendiri. Meskipun pada akhirnya kekuatannya berkembang jauh di atas rata-rata manusia pada umumnya, proses tersebut tetap terasa lebih “earned” dibandingkan banyak protagonis isekai lain.
Dari sisi visual, anime ini cukup impresif di awal. Gaya animasi dan presentasinya bisa langsung mengingatkan kita pada beberapa anime populer seperti Mushoku Tensei dan Frieren, terutama dalam bagaimana dunia fantasi dan sihirnya digambarkan. Efek sihir air ditampilkan dengan cukup halus, sementara desain monster yang beragam memberikan kesan bahwa dunia ini luas dan hidup. Opening dan ending-nya juga menjadi nilai tambah tersendiri—baik dari segi visual maupun musik, keduanya terasa selaras dan mampu membangun suasana sejak awal episode.
Namun, kekuatan tersebut tidak sepenuhnya konsisten. Seiring berjalannya cerita, kualitas visual mulai terasa menurun di beberapa bagian. Selain itu, pacing menjadi salah satu aspek yang paling terasa pro dan kontranya. Di satu sisi, pendekatan cerita yang santai memberikan ruang untuk eksplorasi karakter dan dunia. Namun di sisi lain, ritme ini juga membuat beberapa bagian terasa lambat, bahkan tidak seimbang—ada momen yang terasa terlalu cepat, sementara bagian lain justru terlalu seperti dilama-lamakan.
Hal yang cukup disayangkan juga terdapat pada bagian bagaimana anime ini menangani karakter utamanya di beberapa bagian cerita. Setelah dibangun dengan cukup baik di awal, kehadiran Ryo justru terasa berkurang di beberapa episode, hal ini cukup mengganggu mengingat ia adalah pusat cerita. Ini membuat perkembangan narasi terasa sedikit kehilangan arah, terutama bagi penonton yang berharap fokus tetap berada pada perjalanan sang protagonis.
Secara keseluruhan, Mizu Zokusei no Mahoutsukai adalah anime yang memulai perjalanannya dengan cukup kuat dan memiliki potensi, menawarkan konsep yang familiar namun tetap menarik! Ia memiliki potensi besar, terutama dalam world-building dan pendekatan karakter yang lebih bertahap, bisa dibilang anime ini cocok untuk penonton yang ingin mendapatkan tontonan santai setelah lelah bekerja. Namun tetap, inkonsistensi dalam pacing dan eksekusi membuatnya belum sepenuhnya mencapai potensi terbaiknya.