Jangan pernah tertipu oleh sampulnya. Pepatah ini sangat sempurna untuk mendeskripsikan Made in Abyss. Di balik desain karakternya yang bergaya chibi dan tampak seperti tontonan anak-anak yang menggemaskan, tersembunyi sebuah mahakarya dark fantasy yang brutal, emosional, dan tak kenal ampun. Anime ini adalah sebuah jebakan indah yang akan membuatmu terpukau sekaligus trauma.
Kekuatan utama anime ini terletak pada world-building yang fenomenal. Abyss terasa seperti sebuah karakter bernyawa misterius, memanggil-manggil, namun sangat mengancam. Konsep "Kutukan Abyss" (Curse of the Abyss) memberikan tensi ketegangan yang nyata di setiap episodenya. Penonton benar-benar diajak merasakan keputusasaan dan perjuangan Riko dan Reg. Transisi dari cerita petualangan yang ceria menjadi survival horror psikologis dieksekusi dengan pacing yang sangat rapi.
Meskipun desain karakternya sangat bulat dan imut, art direction untuk environment Abyss benar-benar memukau. Setiap lapisan di Abyss memiliki ekosistem, flora, dan fauna yang digambar dengan sangat mendetail dan kaya akan warna. Saat adegan berubah menjadi gelap atau gore, animasinya tetap stabil dan sukses menyampaikan rasa ngeri secara maksimal.
Tidak hanya itu, komposer Kevin Penkin memberikan nyawa yang luar biasa pada Made in Abyss. Perpaduan musik orkestra, vokal yang haunting, dan melodi yang sangat halus membuat setiap adegan terasa megah sekaligus mengintimidasi. Soundtrack dari anime ini tidak sekadar menjadi latar, melainkan elemen esensial yang akan membuat bulu kudukmu berdiri.
Dinamika antara Riko yang optimis dan Reg yang rasional namun penuh ketakutan adalah fondasi yang solid. Perkembangan karakter mereka diuji secara ekstrem seiring berjalannya cerita. Ditambah lagi dengan kehadiran karakter pendukung seperti Nanachi yang sukses membawa bobot emosional cerita ke level yang jauh lebih tinggi.
Secara keseluruhan, Made in Abyss adalah pengalaman menonton yang brilian namun menyakitkan. Sebuah perjalanan luar biasa yang wajib ditonton bagi para pencinta misteri dan fantasi, dengan catatan: siapkan mentalmu.