Di tengah banyaknya anime fantasi yang masih terpaku pada cerita klasik antara pahlawan dan monster, Clevatess: The King of Devil Beast hadir sebagai sebuah anomali yang berani membalik perspektif tersebut. Alih-alih menempatkan monster sebagai ancaman utama, anime ini justru mengajak penonton untuk melihat bahwa beberapa dari mereka memiliki kesadaran, logika, bahkan cara berpikir yang tidak jauh berbeda dari manusia.
Berlatar di benua Edhetea, sebuah daratan yang dikelilingi wilayah gelap penuh monster yang belum terjamah, cerita berkembang dari sebuah legenda tentang pahlawan yang akan mengalahkan empat raja monster iblis demi membuka jalan menuju dunia baru. Namun, alih-alih menjadi kisah heroik yang straightforward, Clevatess justru mempertanyakan kebenaran legenda tersebut. Dalam praktiknya, manusia digambarkan sebagai pihak yang secara aktif menyerang para iblis dengan dalih “takdir”, sementara para monster justru diperlihatkan memiliki sistem, wilayah, dan eksistensi yang terorganisir.
Pendekatan ini menciptakan ambiguitas moral yang menjadi daya tarik utama anime ini. Batas antara siapa yang benar dan siapa yang salah terasa semakin kabur, dan di sinilah kekuatan narasi Clevatess benar-benar terasa. Penonton tidak hanya disuguhi konflik, tetapi juga diajak untuk mempertanyakan perspektif yang selama ini dianggap mutlak dalam genre fantasi. Nuansa ini mengingatkan pada pendekatan yang digunakan oleh Attack on Titan, di mana konflik tidak lagi sesederhana manusia melawan monster.
Dari sisi presentasi, anime ini membangun atmosfer yang konsisten gelap dan serius. Tone warna yang muram serta desain dunia yang tertutup dan misterius memperkuat kesan bahwa ini adalah dunia yang belum sepenuhnya dipahami. Namun menariknya, di balik tensi cerita yang cukup intens, anime ini juga sesekali menyisipkan elemen komedi yang terasa natural. Humor tersebut hadir sebagai penyeimbang yang membuat cerita tidak terasa terlalu berat, sekaligus memberi ruang bagi penonton untuk bernafas di tengah konflik yang kompleks.
Sayangnya, kekuatan naratif ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan penulisan karakter yang merata. Beberapa karakter seperti Nelluru berhasil mendapatkan pengembangan yang emosional dan cukup mendalam, namun karakter lainnya terasa kurang dieksplorasi dengan porsi yang seimbang. Ketimpangan ini membuat beberapa bagian cerita terasa kehilangan potensi, terutama ketika karakter yang seharusnya penting tidak memiliki fondasi yang cukup kuat.
Secara keseluruhan, Clevatess: The King of Devil Beast adalah sebuah pendekatan segar dalam genre fantasi yang berani keluar dari standar umum. Dengan dunia yang penuh misteri, konflik moral yang ambigu, serta sudut pandang yang tidak biasa, anime ini menawarkan pengalaman yang menarik bagi penonton yang mencari sesuatu di luar cerita pada umumnya. Meskipun masih memiliki beberapa kekurangan dalam penulisan karakter, daya tarik utamanya tetap terletak pada bagaimana ia membuat penonton terus bertanya: kemana sebenarnya cerita dari dunia ini akan berkembang?