Clevatess: Majuu no Ou to Akago to Shikabane no Yuusha
Review_Log
22 Apr 2026 WRITTEN BY Vine

Clevatess: Majuu no Ou to Akago to Shikabane no Yuusha

Studio Lay-duce
Format 12 Eps
Year 2025
Status Completed
Genre
Action Adventure Fantasy

_Synopsis_

Dikelilingi oleh empat wilayah monster iblis, lima ras humanoid berjuang untuk mendorong batas-batas dunia yang belum diketahui. Sayangnya, 13 pahlawan yang dikirim ke wilayah selatan dengan mudah dimusnahkan oleh Clevatess, salah satu dari empat Raja Monster Iblis. Bertekad untuk membalas dendam terhadap umat manusia, Clevatess menyerbu ibu kota Kerajaan Hiden, meninggalkan jejak kematian dan kehancuran di mana mana.

Meskipun situasinya tampak putus asa, umat manusia masih memiliki kesempatan untuk meredakan amarah Clevatess. Alicia Glenfall, salah satu dari 13 pahlawan, dihidupkan kembali oleh Clevatess untuk membantunya membesarkan bayi manusia yang baru lahir, Luna, yang pilihannya akan menentukan nasib dunia manusia. Meskipun awalnya enggan membantu monster iblis itu, Alicia memahami bahwa Luna adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan keberlangsungan hidup umat manusia.

Menyembunyikan dirinya dengan mengambil wujud manusia, Clevatess berangkat mencari pengasuh bayi bersama Alicia dan Luna. Karena Clevatess tidak mau mengungkapkan identitasnya, Alicia harus membunuh semua musuh yang menghalangi jalan mereka. Sementara itu, negara-negara tetangga bersiap untuk menyerang Hiden yang melemah, dengan tujuan menguasai satu-satunya bengkel pandai besi yang mampu memproduksi senjata para pahlawan.

_Video_Log

Di tengah banyaknya anime fantasi yang masih terpaku pada cerita klasik antara pahlawan dan monster, Clevatess: The King of Devil Beast hadir sebagai sebuah anomali yang berani membalik perspektif tersebut. Alih-alih menempatkan monster sebagai ancaman utama, anime ini justru mengajak penonton untuk melihat bahwa beberapa dari mereka memiliki kesadaran, logika, bahkan cara berpikir yang tidak jauh berbeda dari manusia.

 

Berlatar di benua Edhetea, sebuah daratan yang dikelilingi wilayah gelap penuh monster yang belum terjamah, cerita berkembang dari sebuah legenda tentang pahlawan yang akan mengalahkan empat raja monster iblis demi membuka jalan menuju dunia baru. Namun, alih-alih menjadi kisah heroik yang straightforward, Clevatess justru mempertanyakan kebenaran legenda tersebut. Dalam praktiknya, manusia digambarkan sebagai pihak yang secara aktif menyerang para iblis dengan dalih “takdir”, sementara para monster justru diperlihatkan memiliki sistem, wilayah, dan eksistensi yang terorganisir.

 

Pendekatan ini menciptakan ambiguitas moral yang menjadi daya tarik utama anime ini. Batas antara siapa yang benar dan siapa yang salah terasa semakin kabur, dan di sinilah kekuatan narasi Clevatess benar-benar terasa. Penonton tidak hanya disuguhi konflik, tetapi juga diajak untuk mempertanyakan perspektif yang selama ini dianggap mutlak dalam genre fantasi. Nuansa ini mengingatkan pada pendekatan yang digunakan oleh Attack on Titan, di mana konflik tidak lagi sesederhana manusia melawan monster.

 

Dari sisi presentasi, anime ini membangun atmosfer yang konsisten gelap dan serius. Tone warna yang muram serta desain dunia yang tertutup dan misterius memperkuat kesan bahwa ini adalah dunia yang belum sepenuhnya dipahami. Namun menariknya, di balik tensi cerita yang cukup intens, anime ini juga sesekali menyisipkan elemen komedi yang terasa natural. Humor tersebut hadir sebagai penyeimbang yang membuat cerita tidak terasa terlalu berat, sekaligus memberi ruang bagi penonton untuk bernafas di tengah konflik yang kompleks.

 

Sayangnya, kekuatan naratif ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan penulisan karakter yang merata. Beberapa karakter seperti Nelluru berhasil mendapatkan pengembangan yang emosional dan cukup mendalam, namun karakter lainnya terasa kurang dieksplorasi dengan porsi yang seimbang. Ketimpangan ini membuat beberapa bagian cerita terasa kehilangan potensi, terutama ketika karakter yang seharusnya penting tidak memiliki fondasi yang cukup kuat.

 

Secara keseluruhan, Clevatess: The King of Devil Beast adalah sebuah pendekatan segar dalam genre fantasi yang berani keluar dari standar umum. Dengan dunia yang penuh misteri, konflik moral yang ambigu, serta sudut pandang yang tidak biasa, anime ini menawarkan pengalaman yang menarik bagi penonton yang mencari sesuatu di luar cerita pada umumnya. Meskipun masih memiliki beberapa kekurangan dalam penulisan karakter, daya tarik utamanya tetap terletak pada bagaimana ia membuat penonton terus bertanya: kemana sebenarnya cerita dari dunia ini akan berkembang?

_No_Data_Found

Belum ada user yang memberikan rating. Jadilah yang pertama!

Login_To_Rate

// Community_Comments Total: 0

Authentication Required to transmit logs.

Login_Now

No_Transmissions_Found. Be the first.

Score From TAP

7.8

Average_Output

Visuals 7.8/10
Story 8.5/10
Music 7.5/10
Characters 7.2/10

PROS AND CONS

[+] Pros
  • Anime ini berhasil membalik formula klasik manusia vs monster dengan cara yang menarik. Monster tidak lagi digambarkan sebagai makhluk tanpa akal, melainkan entitas yang memiliki kesadaran, sistem, dan tujuan sendiri. Ini memberikan sudut pandang yang segar dalam genre fantasi.
  • Latar benua Edhetea, dengan wilayah gelap yang belum dijelajahi dan keberadaan empat raja monster, menciptakan rasa penasaran yang kuat. Elemen legenda tentang pahlawan juga menambah lapisan misteri yang membuat cerita terus berkembang.
[-] Cons
  • Tidak semua karakter mendapatkan pengembangan yang setara. Beberapa karakter terasa kurang dieksplorasi, sehingga tidak memiliki dampak emosional yang sekuat karakter tertentu seperti Nelluru.
  • Beberapa bagian cerita terasa terlalu cepat dalam berpindah, sehingga penonton tidak selalu punya cukup waktu untuk mencerna konflik atau perkembangan yang terjadi.