Kaijuu 8-gou (Kaiju No. 8)
Review_Log
25 Mar 2026 WRITTEN BY Neo

Kaijuu 8-gou (Kaiju No. 8)

Studio Production I.G
Format 12 Eps
Year 2024
Status Completed
Genre
Action Sci-Fi Military Shonen

_Synopsis_

Di dunia yang terus-menerus diserang oleh monster raksasa mengerikan yang disebut "Kaiju", Kafka Hibino pernah bermimpi untuk bergabung dengan Pasukan Pertahanan (Defense Force) bersama teman masa kecilnya, Mina Ashiro. Namun, realita berkata lain. Di usianya yang menginjak 32 tahun, Kafka terjebak dalam pekerjaan kotor sebagai sweeper—petugas kebersihan yang membereskan bangkai Kaiju setelah pertempuran usai. Tepat ketika ia membulatkan tekad untuk mencoba masuk Pasukan Pertahanan untuk terakhir kalinya, sebuah Kaiju parasit kecil terbang masuk ke dalam mulutnya. Insiden ini memberinya kekuatan untuk berubah menjadi manusia setengah monster yang sangat kuat, menjadikannya buronan utama dengan sandi "Kaiju No. 8". Kini, Kafka harus menyembunyikan identitas monsternya sambil berjuang meraih mimpi lamanya membasmi Kaiju.

_Video_Log

Kaijuu 8-gou hadir bagaikan angin segar di tengah lautan anime shonen yang biasanya diisi oleh protagonis remaja belasan tahun. Membawa karakter utama pria berusia kepala tiga yang sedang mengalami quarter-life crisis, anime ini sukses menyajikan formula klasik pahlawan dari nol dengan sentuhan yang jauh lebih dewasa dan relatable.

 

Pondasi cerita Kaiju No. 8 memang menggunakan trope shonen pada umumnya (berlatih, menjadi kuat, melindungi teman), tetapi eksekusinya terasa sangat modern dan solid. Konflik batin Kafka yang harus menyeimbangkan antara wujud monsternya dan tekad manusianya tersampaikan dengan baik. Porsi komedi dan aksi diseimbangkan dengan sangat pas, sehingga ketegangan pertempuran bisa dinetralisir dengan humor ringan yang tidak terkesan dipaksakan. Alurnya berjalan cukup cepat di awal, membuat penonton langsung terpikat sejak episode pertama.

 

Production I.G benar-benar mengeksekusi dengan baik untuk urusan animasi. Adegan pertarungannya sangat mulus, dinamis, dan memanjakan mata dengan koreografinya. Yang patut diacungi jempol adalah kolaborasi mereka dengan Studio Khara untuk desain para Kaiju. Detail anatomi monster, efek kehancuran kota, hingga cipratan darah neon khas kaiju terlihat tetap cukup natural dan mengintimidasi. Desain senjata tempur Pasukan Pertahanan juga terlihat sangat mekanis dan keren.

 

Pendekatan musik di anime ini cukup unik dan berani. Menggaet musisi Barat seperti YUNGBLUD untuk lagu opening ("Abyss") dan OneRepublic untuk ending ("Nobody") memberikan kesan blockbuster ala film Hollywood yang megah. Scoring di dalam animenya sendiri diisi dengan ritme heroik dan beat intens yang sukses memompa adrenalin saat Kafka sedang beraksi.

 

Kafka Hibino adalah daya tarik utama. Sifatnya yang konyol, sering diremehkan, namun sangat bisa diandalkan membuat kita mudah bersimpati dan mendukungnya. Dinamikanya dengan Reno Ichikawa, juniornya yang diam-diam sangat peduli dan sering menjadi babysitter Kafka, adalah salah satu interaksi terbaik di seri ini. Jajaran karakter pendukung lainnya seperti Kikoru Shinomiya dan Wakil Kapten Soshiro Hoshina juga mencuri perhatian berkat kharisma dan gaya bertarung mereka yang badass.

 

Secara keseluruhan, Kaijuu 8-gou adalah tontonan action-packed yang sangat menghibur. Dengan animasi kelas atas dan karakter yang mudah disukai, anime ini sangat direkomendasikan bagi penggemar aksi pertarungan monster raksasa dan kisah tentang pantang menyerah dalam meraih mimpi.

_No_Data_Found

Belum ada user yang memberikan rating. Jadilah yang pertama!

Login_To_Rate

// Community_Comments Total: 0

Authentication Required to transmit logs.

Login_Now

No_Transmissions_Found. Be the first.

Score From TAP

8.4

Highly_Recommended

Visuals 8.8/10
Story 8.2/10
Music 8.6/10
Characters 8.0/10

PROS AND CONS

[+] Pros
  • Tokoh utama dewasa (32 tahun) yang memberikan perspektif baru dan relatable di genre shonen.
  • Elemen komedi yang on point tanpa merusak momen serius.
[-] Cons
  • Bagi beberapa penonton, jalan ceritanya masih sangat mudah ditebak karena masih berpaku pada trope dasar shonen.
  • Desain wajah manusia di animenya sempat menuai pro kontra dari pembaca manganya karena dinilai terlalu disederhanakan.